Suka Duka Persahabatan
Allah SWT berfirman: “Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para shadiqqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah sahabat yang sebaik-baiknya”. (QS. An-Nissa: 69)
Sahabat saudariku fillah..
‘Alhamdulillah’ itulah kata pertama kali yang kita ucapkan manakala Allah menganugrahkan kepada kita sahabat-sahabat yang baik. Namun terkadang kenyataan tak seindah yang diharapkan. Allah memperkenalkan kepada kita beberapa teman dengan berbagai karakter dan bentuk fisik yang berbeda. Subhanallah, dunia penuh warna.
Ada teman yang bersifat keras, dialah teman yang sebetulnya mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas
Ada teman yang lembut, dialah teman yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama
Ada teman yang cuek dan masa bodoh, dialah teman yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain
Ada teman yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit untuk dipegang kebenarannya, sebetulnya dialah yang membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya
Ada teman yang jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain, sebenarnya dia adalah orang yang membuat kita berpikir bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada
Itulah beragam karakter manusia, Allah memperkenalkan mereka kepada kita agar lebih bijak menyikapai kehidupan dan bisa mengambil hikmah darinya dengan saling melengkapi
Namun demikian Islam yang mulia ini memberikan rambu-rambu dalam memilih teman sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya perumpamaan teman yang sholeh dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Seorang penjual minyak wangi bisa memberiimu atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan wanginya. Dan seorang pandai besi bisa membuat pakaianmu terbakar atau kamu mendapatkan bau yang tidak sedap” (HR. Bukhori dan Muslim)
“Seorang insan itu bergantung kebiasaan teman karibnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dijadikan teman karibnya” (HR. Tirmidzi)
Sahabat saudariku fillah..
Orang akan mengetahui karakter kita yang sebenarnya dari teman kita. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih teman. Tidaklah pantas kita berteman dengan orang yang tidak mendatangkan kebaikan baik untuk urusan dunia maupun akhirat. Sungguh, sendirian itu lebih baik daripada berteman dengan orang yang jahat. Namun selama bisa mencari teman yang baik mengapa harus sendirian?
Tidak bisa mencari teman yang baik adalah bukti kelemahan diri, namun akan lebih lemah apabila menyia-nyiakan sahabat yang baik yang telah kita peroleh dengan susah payah.
Saudaraku..
Janganlah meninggalkan teman yang sebelumnya berhati lurus namun tiba-tiba berubag karena sebab, rangkul kembali dan ajaklah meniti kembali jalan kebenaran karena kalau kita tinggalkan bagaimana yang bengkok menjadi lurus? Kuatkan kendali diri agar kita bisa meluruskan kembali jalan yang bengkok
Nilai sebuah persahabatan
Umar bin Khattab ra berkata: Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar setelah keislaman, selain sahabat yang shalih. Maka apabila kalian mendapati teman yang shalih, peganglah ia erat-erat
Imam Syafi’i berkata: Apabila kalian memiliki teman yang membantu dalam ketaatan, maka genggam erat tangannya, karena mendapatkan seoramg sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah
Hasan al-Bashri berkata: Sahabat-sahabat kami lebih kamu cintai daripada keluarga dan anak-anak kami, karena keluarga kami pada dunia, sedangkan sahabat-sahabat kami mengingatkan kami pada akhirat. Dan sebagian sifat mereka adalag itsar atau mendahulukan orang lain dalam perkara dunia
Luqman al-Hakim berkata pada anaknya: Wahai anakku, hendaknya yang pertama engkau usahakan setelah keimanan kepada Allah adalah mencari sahabat yang juujur. Karena ia ibarat pohon, bila engkay duduk berteduh di bawahnya, ia akan meneduhimu,bila engkau mengambil buahnyadia akan mengenyangkanmu dan bila ia tidak memberimu manfaat maka ia akan merugikanmu
Ketika Imam Ahmad sakit, sampai terbaring di tempat tidurnya, sahabat sekaligus gurunya beliau, Imam Syafi’i menjenguknya. Maka tatkala Imam Syafi’i melihat sahabatnya sakit keras, beliau sangat sedih, sehingga menjadi sakit karenya. Maka ketika Imam Ahmad mengetahui hal ini, beliau menguatkan diri untuk menjenguk Imam Syafi’i. Ketika beliau melihat Imam Syafi’i beliau berkata: Kekasihky sakit dan aku menjenguknya. Maka aku ikut menjadi sakit karenanya. Kekasihku telah sembuh dan ia menjengukku, maka aku menjadi sembuh setelah melihatnya
Ya Allah berikan kepada kami sahabat-sahabat yang shalih
Allah berfirman:
وسيق الذين اتقوا ربهم إلى الجنة زمرا
Ibnu Qoyyim menafsirkan ayat ini: Allah enggan memasukkan manusia ke dalam surga dalam keadaan sendirian. Maka setiap orang akan masuk surga bersama-sama dengan sahabatnya
Aku memohon kepada Allah, dengan nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya yang mulia, agar kita menjadi sahabat sejati dalam ketaatan, yang kelak tangan-tangan ini akan menggandeng tangan yang lain memasuki surga-Nya
Amiiin yaa Rabbal’aalamiiin
S A H A B A T
Saat aku terjatuh engkau senantiasa berusaha membuatku bangkit
Saat aku tersenyum, engkau pun tersenyum dengan indah
Saat aku sedih, engkau senantiasa menghiburku
Dan saat aku melakukan kesalahan, engkau senantiasa menegurku
Tidak mengenal waktu, tempat, kapan dan dimana
Engkau selalu siap siaga membantuku
Engkau selalu membantuku disaat aku kesulitan
Engkau selalu ada saat aku membutuhkanmu
Persahabatn sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya. Jagalah apapun yang telah menjadi milikmu dengan baik karena suatu hari ketika dia pergi dari hidupmu kau tak akan menyesalinya
Sahabat seperti matahari di waktu siang
Seperti bulan dan bintang di waktu malam
Dan seperti pelangi di waktu hujan
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya
Sahabat adalah mereka yang tahu ketika kamu bersedih atau terluka, bahkan jika kamu menyembunyikan semua dibalik sebuah senyuman
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai di waktu kita susah
Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya
Seorang sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiasakan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara do’a pada dadamu
Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar. Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan. Sahabat sejati menjadi pendorong impian. Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah.. InsyaAllah
Sahabat sejati adalah seseorang yang manakala kita tegak, ia tegak disamping kita dan manakala kita lemah serta nyaris terjatuh, maka ia akan mengingatkan dan menopang kita
Semoga kita semua mampu dan bisa menjadi sahabat yang baik untuk teman-teman kita. Amiiinn ya Rabal’alamiiin
Teruntuk sahabat, teman karibku
#Dhefahri
#Ak5_AhsanuQurun
#Ak13_AdzroulJinan
#Semua teman yang pernah mengenalku
Terimakasih telah hadir dalam kehidupanku, semoga selalu bersama kelak di Surga Firdau-Nya. Amiinn
@Sa’adah_Alkayyis
Semoga kita semua mampu dan bisa menjadi sahabat yang baik untuk teman-teman kita. Aamiin Ya Robbal'alamiin...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar