Sufyan bin Uyainah
Oleh:
Dede Siti Halimatus Sa’adah
A. Biografi
Sufyan bin Uyainah adalah seorang imam dan ahli hadist di tanah haram Makkah. Beliau menuntut ilmu hadist sejak berusia 10 tahun, mendapatkan ilmu yang banyak dan kuat hafalannya. Beliau sempat bertemu dengan 87 tabi’in dan mendengar hadist dari 70 orang diantara mereka. Yang paling terkenal adalah Ja’far ash-Shadiq, Humaid ath-Thawl dan Abdullah bin Dinar.
Beliau bernama, Abu Muhammad Sufyan bin Uyainah bin Abu Imran Maimun. Beliau lahir di Kuffah pada bulan Sya’ban tahun 107 H, julukan beliau adalah “Abu Muhammad Al-Hilali Al-Kufi Al-Makki”, seorang budak Muhammad bin Muzahim saudara kandung ad-Dhahak bin Muzahim . Namun dalam pendapat lain disebutkan bahwa beliau adalah bekas budak Bani Hasyim, Sufyan bin Uyainah adalah seorang imam besar dan hafidz dimasanya. Menurut Adz-Dzahabi, beliau dilahirkan pada pertengahan bulan Sya’ban tahun 107 H di kota Kuffah dan beliau dipindah oleh ayahnya ke Mekkah
Ibnu Sa’ad berkata, “Sufyan bin Uyainah berasal dari Kuffah. Dia pembantu Khalid bin Abdillah al-Quraisyi, ketika Khalid bin Abdillah diturunkan dari jabatannya di Irak dan diganti oleh Yusuf bin Umar ats-Tsaqafi, maka Yusuf mencari para pembantu Khalid. Akibatnya, para pembantu Khalid termasuk Sufyan bin Uyainah melarikan diri sehingga bertemu dengan Uyainah bin Imran di Makkah. Selanjutnya, Sufyan bin Uyainah menetap disana.”
Sufyan menuturkan, “Aku masuk kota Kuffah, sementara usiaku belum genap 20 tahun. Lalu Abu Hanifah mengatakan kepada murid-muridnya dan penduduk Kuffah. “Telah datang kepada kalian seorang penghafal dan penukil ilmunya Amru bin Dinar (seorang ulama dari Mekkah)”. Sejak saat itu, orang-orang datang kepadaku untuk bertanya tentang Amru bin Dinar. Sehingga orang yang memiliki andil untuk menjadikanku sebagai ahli hadist adalah Abu Hanifah. Ia berkata kepadaku, “Wahai anakku, aku belum pernah mendengar hadist dari Amru bin Dinar kecuali hanya tiga”.
B. Sifat Fisiknya
Sebagaimana yang disampaikan oleh al-Mizzi, Sufyan bin Uyainah adalah seorang yang bermata juling.
C. Perjalanan Menuntut Ilmu
Syu’bah bin al-Hajaj berkata, “Saya melihat Ibnu Uyainah orang yang masih kecil, dia membawa papan yang panjang ketika belajar pada Amru bin Dinar”
Yahya bin Adam berkata, “Saya tidak melihat seorang pun yang tidak salah ketika diuji hafalan hadistnya kecuali Sufyan bin Uyainah”
Ziyad bin Abdullah bin Khuza’i mendengar Sufyan bin Uyainah berkata, “Dahulu ayahku adalah seorang penukar uang di kota Kuffah, maka ketika kamu telah sampai di kota Mekkah kemudian menuju mesjid, tanpa sengaja aku bertemu dengan Amru bin Dinar (seorang ulama besar di zamannya). Dia membacakan kepadaku 8 hadist, lalu saya memegang tali keledainya sehingga dia shalat. Maka ketika dia keluar dari mesjid saya setorkan 8 hadist yang telah disampaikannya, maka diapun berdoa ‘Semoga Allah memberkahi dirimu’”
Ibnu Al-Madini mendengar Ibnu Al-Uyainah berkata, “Saya belajar paada Abdul Karim Al-Hazari selama 2 tahun dan dia berkata kepada penduduk kotanya, “Perhatikanlah anak kecil ini, dia bertanya kepadaku sedangkan kalian tidak bertanya kepadaku”,
Mujahid bin Musa mendengar Ibnu Uyainah berkata, “Aku menulis sesuatu melainkan telahku hafalkan sebelum menulisnya”
Begitulah kecerdasan yang dianugerahkan Allah SWT kwpadanya. Sejak kecil beliau bersemangat dalam menghafal hadist serta tekun menuntut ilmu. Sosok yang mumpuni dan tsiqoh dalam menjaga hadist-hadist Nabi-Nya. Dia juga sangat bagus dalam menjelaskan hadist. Sungguh perjalanan hidupnya bertabur dengan petunjuk dan barakah hingga menginspirasi kaum muslimin untuk lebih mencintai sunnah-sunnah Rasulullah SAW.
D. Ilmunya yang luas
Harmalah bin Yahya berkata, “Aku telah mendengar Imam Syafi’i berkata: Aku belum pernah melihat orang yang memiliki piranti ilmu (ilmu alat untuk memahami al-Qur’an dan Hadist) sebagaimana yang dimiliki oleh Sufyan bin Uyainah. Dan aku belum pernah melihat orang yang lebih berhati-hati dalam berfatwa (tidak mudah untuk memberikan fatwa) dibandingkan dengannya”.
Imam Syafi’i berkata, “Aku mendapati hadist ahkam semuanya dihafal oleh Ibnu Uyainah kecuali hanya enam hadist saja, dan aku mendapatinya (hadist ahkam) semuanya ada pada Imam Malik kecuali hanya tiga puluh hadist saja”
Imam Adz-Dzahabi menambahkan perkataan diatas:”Maka ini menjelaskan kepada anda tentang luasnya ilmu Sufyan, karena dia menggabungkan hadist-hadist dari orang Irak dan Hijaz, dan dia bertemu dengan banyak ulama (perawi hadist) yang tidak ditemui oleh Imam Malik. Dan keduanya adalag sepadan dalam masalah profesionalisme, akan tetapi Imam Malik lebih agung dan lebih tinggi, karena dia memiliki (guru) Nafi’ dan Sa’id al-Maqbari.”
Abdurrahman bin Mahdi berkata,”Ibnu Uyainah termasuk salah seorang yang paling tahu tentang hadistnya penduduk Hijaz”.
Imam Syafi’i berkata,”Ilmu berputar pada tiga orang Imam Malik, Imam Al-Laits dan Sufyan bin Uyainah”
Waqi berkata,”Kami menulis dari Ibnu Uyainah padahal Al-A’masi masih hidup”. Dan Ahmad bin Abdullah Al-Ajali juga berkomentar tentang Ibnu Uyainah, “Ibnu Uyainah sangat hafal di dalam masalah hadist, beliau mempunyai sekitar 7000-an hadist dan beliau tidak menulisnya dalam buku.” Dan Bahz Ibny Asad menambahkan,”Aku tidak pernah melihat seorangpun yang semisal dengan Sufyan bin Uyainah”, lalu ia ditanya “bagaimana dengan Syu’bah?, ia menjawab: tidak juga dengan Syu’bah”
E. Periwayatan Hadist Sufyan bin Uyainah
Abu Hatim Ar-Razi berkata,”Sufyan bin Uyainag adalah imam yang tsiqoh (terpercaya) dan dia adalah orang yang tahu tentang jalur Amru bin Dinar dari pada Syu’bah”.
Yahya bin Ma’in berkata,”Sufyan bin Uyainah adalah orang yang lebih tinggi tsabat (terpercaya) terhadap hadist yang diriwayatkan dari Amru bin Dinar”. Diriwayatkan bahwa Sufyan bin Uyainah memiliki beberapa saudara yaitu Imran bin Uyainah, Ibrahim bin Uyainah, Adam bin Uyainah dan Muhammad bin Uyainah yang semuanya meriwayatkan hadist Sufyan bin Uyainah. Hanya saja Sufyan dikenal dengan taldis dalam meriwayatkan hadist dari jalur az-Zuhri dan tidaklah beliau mentaldis hadist darinya melainkan dari perawi yang tsiqoh (terpercaya)
F. Guru-guru Sufyan bin Uyainah
Beliau berguru kepada banyak syeikh,diantaranya:
1) Amru bin Dinar
2) Ibnu Syihab Az-Zuhri
3) Ashim bin Abu Najud
4) Abdullah bin Dinar
5) Zaid bin Aslam
6) Muhammad bin Al-Munkadir
7) ‘Atha bin As-Saib
8) Yahya bin Said Al-Anshari
9) Sulaiman Al-A’masy
10) Suhail bin Abu Shalih
11) Ibnu Juraij
12) Syu’bah
13) Zaidah bin Qudamah dan banyak ulama lainnya
G. Murid-muridnya
Penuntut ilmu yang datang kepada beliau sangat banyak. Diantara yang meriwayatkan hadist darinya adalah Al-A’masy, Ibnu Juraij dan Syu’bah (guru-guru beliau sendiri). Murid-murid beliau diantarnya:
1) Hamam bin Yahya
2) Zuhair bin Mua’wiyah
3) Abu Ishaq Al-Fazari
4) Abdullah bin Al-Mubarak
5) Yahya Al-Qaththan
6) Muhammad bin Idris (Imam Syafi’i)
7) Al-Humaidi
8) Said bin Manshur
9) Yahya bin Ma’in
10) Ahmad bin Hanbal (Imam Ahmad)
11) Abu Bakar bin Abu Syaibah
12) Muhammad bin Al-Mutsanna
13) Az-Zubair bin Bikar
14) Mis’ar bin Kidam
15) Ali bin Madini dan masih banyak murid-murid yang lainnya.
H. Wafatnya
Demikian indah sekilas kehidupan Sufyan bin Uyainah, seorang imam besar yang sangat luas ilmunya. Figur yang tegar berdakwa di jalan-Nya serta ahli ibadah yang selalu mengisi hari-harinya dengan iman serta amal shaleh. Beliau adalah sosok yang banyak melakukan ibadah haji.
Dari Hasan bin Imran bin Uyainah bin Abi Imran, keponakan Sufyan bin Uyainah ia berkata, “Aku pergi haji bersama pamanku, Sufyan bin Uyainah yaitu pada tahun 197 H. Setelah kami menunaikan shalat dengan cara dijamak, dia lalu berbarinh diatas tikarnya. Dalam keadaan terbaring itulah dia berkata: “Sungguh aku telah mendatangi tempat ini selama tujuh puluh tahun lamanya, setiap tahunnya aku memohon “Ya allah, janganlah Engkau jadikan hajiku kali ini sebagai kesempatan haji terakhirku. Dan sekarang sungguh aku malu sekali kepadda Allah karena begitu banyaknya aku memohon kepada-Nya”
Kemudian Ibnu Uyainah kembali untuk pulang dan akhirnya dia meninggal pada tahun berikutnya, tepatnya pada hari sabtu, hari pertama bulan Jumadil Akhir tahun 198 H dan dimakamkan di Hajun.
Kesimpulan
Sufyan bin Uyainah atau Ibnu Uyainah adalah seorang Imam Sunni dan ahli hadist di tanah haram Makkah. Julukan kunyahnya adalah “Abu Muhammad Al-Hilali Al-Kufi Al-Maki”. Nama lengkap beliau adalah Sufyan bin Uyainah bin Abu Imran Maimun, dia lahir di kota Kuffah pada pertengahan bulan Sya’ban tahun 107 H. Beliau menuntut ilmu hadist sejak berusia 10 tahun mendapatkan ilmu yang banyak dan kuat hafalannya. Beliau juga sempat bertemu dengan 87 tabi’in dan mendengar hadist dari 70 orang diantara mereka. Yang paling terkenal adalah Ja’far Ash-Shadiq, Humaid Ath-Thawl dan Abdullah bin Dinar. Beliau tidak hanya mengumpulkan ilmu namun juga menuliskannya sampai kepada ‘uluwul isnad (riwayat tertinggi). Jumlah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Uyainah adalah sekitar 7000 hadist, dan dia tidak memiliki karya tulis berupa buku. Pada tahun 163 H ia pindah dari Kuffah ke Makkah, ia menetap di kota Makkah dan mengajar hadist dan Al-Qur’an kepada orang-orang Hijaz sampai wafatnya. Beliau meninggal pada bulan Jumadil Akhir 198 H dalam usia 91 tahun
WaAllahu’Alam bis Shawab
referensi:
60 Bigrafi Ulama Salaf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar