Kiprah Dakwah Muslimah

Bagi Muslimah, merunut sirah kehidupan para shahabiyah adalah sebuah keharusan. Dari sirah itulah seorang muslimah hendaknya becermin diri.
Menghiasi setiap prilakunya dengan jubah kemuliaan sebagaimana para shahabiyah telah mengenakannya.
Dari sirah itu pula seorang muslimah hendaknya menatap diri, melayangkan pandangan, menyusuri langkah kehidupan para shahabiyah yang sarat kesahajaan, kelembutan, ketegaran, dan berani.
Mereka adalah wanita-wanita yang telah teruji, turut berkiprah merenda sejarah Islam nan cerah. Sungguh merugi bagi yang tak meneladani mereka.

Cari Blog Ini

Senin, 18 Februari 2019

Air Yang Lama Hilang


Betapa berharganya air bagi kehidupan. Sehingga makhluk hidup baik hewan, tumbuhan, bahkan manusia pun sangat membutuhkannya, karena 72% dari permukaan bumi adalah berwarna biru yaitu air. Disamping hal itu pula, air adalah salah satu komponen yang diperlukan tubuh karena sebagai zat pembentuk. Tidak heran jika saat musim kemarau panjang tiba, banyak makhluk yang hampir mati karena begitu pentingnya air untuk kehidupan. Karena hal itulah Allah SWT dengan segala rahmat-Nya menurunkan air hujan ke muka bumi ini  untuk kehidupan makhluk-Nya. Maka janganlah menganggap remeh nikmat tersebut. Bayangkan saja jika Allah SWT enggan untuk menurunkan rezki (hujan) tersebut untuk makhluk-Nya. Bumi yang kita tempati ini akan mengalami kegersangan dan makhluk hidup yang lainpun akan menyusut mengalami kepunahan.
Bumi ini memiliki beberapa musim, belahan bumi yang lain memiliki 4 musim sedangkan Indonesia sendiri hanya memiliki 2 musim yaitu: musim panas dan musim hujan. Tidak jarang jika saat musim hujan tiba sangat menguntungkan bagi para petani, yang memang jelas mayoritas penduduk Indonesia adalah petani, karena secara garis besar Indonesia dilintasi oleh garis khatulistiwa, maka sangat berarti sekali air untuk kehidupan khususnya Indonesia sendiri yang kaya akan kesuburan tanahnya.
Tetapi sebaliknya jika musim kemarau atau musim paceklik datang akan merugikan para petani. Bagaimana tidak,  petani sangat membutuhkan air untuk berladang dan lain-lainya.
     Penunjang bumi 
Selain untuk kebutuhan sehari-hari, air juga di butuhkan untuk penunjang bumi. Seperti penjelasan di atas, jika tidak ada air di bumi ini maka kehidupan akan punah baik tumbuhan, hewan, bahkan manusia akan mengalami dehidrasi atau penyakit kekurangan air lainnya.
Adapun fungsi  pentingnya cara kita untuk  menjaga kelestarian air di muka bumi ini sebagai berikut:
1.      Tidak membuang sampah sembarangan karena hal itu mengakibatkan kerusakan ekosistem
2.      Melakukan penghijauan (Reboisasi)
3.      Menghemat pengguanaan air
4.    Melestarikan dan menjaga lingkungan
                                                                                                                   
Cara ini dapat membuat kita paham akan begitu pentingnya air untuk penunjang kehidupan bumi.
Tak kunjung turun
Jakarta, CCN Indonesia mengatakan, kekeringan yang menyebabkan kekurangan air dan cuaca panas ekstrem melanda Asia Tenggara, dipicu oleh El Nino. Beberapa negara Asia Tenggara mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air, berdampak pada pendidikan dan hasil pertanian warga. Oktober 2018 ini, masyarakat di sisi selatan Jawa merasakan panas terik luar biasa. Suhu tinggi ini bahkan bertahan pada malam hari pada musim kemarau ini, tidak jarang orang-orang merasakan kegerahan yang sangat pada malam hari, yang tadinya malam itu identik dengan dingin tapi sekarang kepanasan karena suhu yang tinggi ini. Keadaan ini juga menimpa sebagian dari kota  Sragen tepat di desa Pilang di sebuah pesantren. Salah satu mahasantri menuturkan tentang kejadian ini “kemarau ini  sangat panas dan membuat bibir kami pecah-pecah karena kurang air minum dan kipas angin pun menyala sampai malam hari tiba”. Saat ini memang matahari sedang berada di atas sisi selatan Jawa termasuk daerah Yogyakarta, Purworejo, Kebumen, Banyumas dan Cilacap.
Perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pos pengamatan Cilacap mengatakan, fenomena ini terjadi lantaran revolusi bumi saat mengelilingi matahari menyebabkan terjadinya gerak semu matahari secara perlahan. Gerak semu ini terus berlanjut seiring waktu, bahkan pada 13 Oktober 2018 posisi matahari tepat di atas Jawa sisi selatan akan memicu hari tanpa bayangan.
Musim hujan itu turun pada bulan September-April” kata ini tidak asing lagi di telinga kita bahkan kita mendengarnya sejak SD, kata ini mungkin benar terjadi adanya atau tidak karena kita ketahui Oktober sekarang belum juga turun hujan, apa penyebabnya? Banyak pendapat yang menyebabkan musim kemarau ini salah satunya fenomena alam El Nino yang tidak normal, faktor yang menyebabkan hujan tak kunjung turun adalah karena Indonesia mengalami musim kemarau yang panjang, dampaknya sendiri sangat dirasakan mulai dari lahan-lahan pertanian yang kering, sumur-sumur di sebagian tempat lain tidak keluar air. Sudah pasti fenomena ini sangat janggal di kalangan kita yang biasanya hujan turun dengan deras di bulan-bulan sekarang ini. Sementara  lantaran munculnya fenomena El Nino, yakni semacam penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan naiknya suhu permukaan laut. Hal ini pun berimbas pada durasi musim panas yang lebih lama serta musim kemarau lebih lama untuk daerah yang beriklim tropis termasuk Indonesia sendiri yang beriklim tropis. Menurut Kacamata Islam sendiri fenomena musim kemarau berkepanjangan tidak lain adalah karena ulah tangan manusia sendiri, terlepas dari kejadian El Nino yang menyebabkan hujan tertahan untuk turun manusia juga jadi turut dipersalahkan atas fenomena ini. Berikut adalah faktor penyebab hujan tak kunjung turun dilihat dari perspektif islam:
1.      Zakat yang tertahan dari pemiliknya
Dari sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rosulullah SAW bersabda: “ketika orang-orang enggan untuk mengeluarkan zakat, air hujan akan ditahan dari langit. Andaikata bukan karena hewan ternak, niscaya hujan tak akan pernah turun-turun”. Dari hadist ini sudah jelas, sebab yang mengakibatkan hujan belum melanda pada daerah kita. Coba saja jika orang-orang Indonesia mampu untuk mengeluarkan zakat niscaya negeri ini akan dihujani air yang lebat karena hal itu adalah rahmat dan nikmat dari Allah SWT.
      2. Tidak menjalankan kewajiban
            Bagaimana tidak, kita meminta untuk turun hujan sedangkan kita lalai untuk menjalankan kewajiban dari perintah-Nya, Allah berfirman dalam QS. Asy-Syura ayat 30:“Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” Tidak kunjung turun hujan adalah musibah, diakui ataupun tidak, itu karena ulah tangan kita sendiri.
      3. Lupa dan enggan taubat 
Setiap manusia pasti memiliki dosa, bahkan orang alim sekalipun memiliki dosa. Selayaknya kita sebagai seorang hamba dianjurkan untuk selalu meminta taubat kepada Allah SWT. Jika diri sendiri enggan untuk bertaubat maka salah satu musibahnya tidak akan turun hujan seperti dalam QS Nuh ayat 10-11.
     4. Maksiat   
Makin sering bermaksiat, maka Allah akan menggenggam hujan untuk tidak turun.
Faktor-faktor tersebut adalah salah satu penyebab tak kunjung turun hujan menurut perspektif islam. Maka dengan itu, dianjurkan untuk selalu mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Umat islam dianjurkan melakukan shalat istisqha ketika hujan tak kunjung turun hal itu sebagai salah satu do’a untuk meminta turun hujan. Waallahu’alam bishowab.
______________________________________________________________________
    *Mahasantri Al-Ma’had Al-‘Aly Liddirastil Islamiyah Hidayaturrahman.
           
.   

Tidak ada komentar:

Manisnya Muraqabah