Betapa berharganya air bagi kehidupan. Sehingga makhluk hidup baik hewan,
tumbuhan, bahkan manusia pun sangat membutuhkannya, karena 72% dari permukaan
bumi adalah berwarna biru yaitu air. Disamping hal itu pula, air adalah salah
satu komponen yang diperlukan tubuh karena sebagai zat pembentuk. Tidak heran
jika saat musim kemarau panjang tiba, banyak makhluk yang hampir mati karena
begitu pentingnya air untuk kehidupan. Karena hal itulah Allah SWT dengan
segala rahmat-Nya menurunkan air hujan ke muka bumi ini untuk kehidupan makhluk-Nya. Maka janganlah
menganggap remeh nikmat tersebut. Bayangkan saja jika Allah SWT enggan untuk
menurunkan rezki (hujan) tersebut untuk makhluk-Nya. Bumi yang kita tempati ini
akan mengalami kegersangan dan makhluk hidup yang lainpun akan menyusut
mengalami kepunahan.
Bumi ini memiliki beberapa musim, belahan bumi yang lain memiliki 4
musim sedangkan Indonesia sendiri hanya memiliki 2 musim yaitu: musim panas dan
musim hujan. Tidak jarang jika saat musim hujan tiba sangat menguntungkan bagi
para petani, yang memang jelas mayoritas penduduk Indonesia adalah petani,
karena secara garis besar Indonesia dilintasi oleh garis khatulistiwa, maka
sangat berarti sekali air untuk kehidupan khususnya Indonesia sendiri yang kaya
akan kesuburan tanahnya.
Tetapi sebaliknya jika musim kemarau atau musim paceklik datang
akan merugikan para petani. Bagaimana tidak, petani sangat membutuhkan air untuk berladang
dan lain-lainya.
Penunjang bumi
Selain untuk kebutuhan sehari-hari, air juga di butuhkan untuk
penunjang bumi. Seperti penjelasan di atas, jika tidak ada air di bumi ini maka
kehidupan akan punah baik tumbuhan, hewan, bahkan manusia akan mengalami
dehidrasi atau penyakit kekurangan air lainnya.
Adapun fungsi pentingnya
cara kita untuk menjaga kelestarian air
di muka bumi ini sebagai berikut:
1.
Tidak
membuang sampah sembarangan karena hal itu mengakibatkan kerusakan ekosistem
2.
Melakukan
penghijauan (Reboisasi)
3.
Menghemat
pengguanaan air
4. Melestarikan
dan menjaga lingkungan
Cara ini dapat membuat kita paham akan begitu pentingnya air untuk
penunjang kehidupan bumi.
Tak kunjung turun
Jakarta, CCN Indonesia mengatakan, kekeringan yang menyebabkan
kekurangan air dan cuaca panas ekstrem melanda Asia Tenggara, dipicu oleh El
Nino. Beberapa negara Asia Tenggara mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air,
berdampak pada pendidikan dan hasil pertanian warga. Oktober 2018 ini,
masyarakat di sisi selatan Jawa merasakan panas terik luar biasa. Suhu tinggi
ini bahkan bertahan pada malam hari pada musim kemarau ini, tidak jarang
orang-orang merasakan kegerahan yang sangat pada malam hari, yang tadinya malam
itu identik dengan dingin tapi sekarang kepanasan karena suhu yang tinggi ini.
Keadaan ini juga menimpa sebagian dari kota
Sragen tepat di desa Pilang di sebuah pesantren. Salah satu mahasantri
menuturkan tentang kejadian ini “kemarau ini
sangat panas dan membuat bibir kami pecah-pecah karena kurang air minum
dan kipas angin pun menyala sampai malam hari tiba”. Saat ini memang
matahari sedang berada di atas sisi selatan Jawa termasuk daerah Yogyakarta, Purworejo,
Kebumen, Banyumas dan Cilacap.
Perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pos
pengamatan Cilacap mengatakan, fenomena ini terjadi lantaran revolusi bumi saat
mengelilingi matahari menyebabkan terjadinya gerak semu matahari secara
perlahan. Gerak semu ini terus berlanjut seiring waktu, bahkan pada 13 Oktober
2018 posisi matahari tepat di atas Jawa sisi selatan akan memicu hari tanpa bayangan.
“Musim hujan itu
turun pada bulan September-April”
kata ini tidak asing lagi di telinga kita bahkan kita mendengarnya sejak SD,
kata ini mungkin benar terjadi adanya atau tidak karena kita ketahui Oktober
sekarang belum juga turun hujan, apa penyebabnya? Banyak pendapat yang
menyebabkan musim kemarau ini salah satunya fenomena alam El Nino yang tidak
normal, faktor yang menyebabkan hujan tak kunjung turun adalah karena Indonesia
mengalami musim kemarau yang panjang, dampaknya sendiri sangat dirasakan mulai
dari lahan-lahan pertanian yang kering, sumur-sumur di sebagian tempat lain
tidak keluar air. Sudah pasti fenomena ini sangat janggal di kalangan kita yang
biasanya hujan turun dengan deras di bulan-bulan sekarang ini. Sementara lantaran munculnya fenomena El Nino, yakni
semacam penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan naiknya suhu permukaan
laut. Hal ini pun berimbas pada durasi musim panas yang lebih lama serta musim
kemarau lebih lama untuk daerah yang beriklim tropis termasuk Indonesia sendiri
yang beriklim tropis. Menurut Kacamata Islam sendiri fenomena musim kemarau
berkepanjangan tidak lain adalah karena ulah tangan manusia sendiri, terlepas
dari kejadian El Nino yang menyebabkan hujan tertahan untuk turun manusia juga
jadi turut dipersalahkan atas fenomena ini. Berikut adalah faktor penyebab hujan
tak kunjung turun dilihat dari perspektif islam:
1.
Zakat yang tertahan dari pemiliknya
Dari sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rosulullah
SAW bersabda: “ketika orang-orang enggan untuk mengeluarkan zakat, air hujan
akan ditahan dari langit. Andaikata bukan karena hewan ternak, niscaya hujan
tak akan pernah turun-turun”. Dari hadist ini sudah jelas, sebab yang
mengakibatkan hujan belum melanda pada daerah kita. Coba saja jika orang-orang
Indonesia mampu untuk mengeluarkan zakat niscaya negeri ini akan dihujani air
yang lebat karena hal itu adalah rahmat dan nikmat dari Allah SWT.
2. Tidak menjalankan
kewajiban
Bagaimana tidak, kita meminta untuk turun hujan sedangkan
kita lalai untuk menjalankan kewajiban dari perintah-Nya, Allah berfirman dalam
QS. Asy-Syura ayat 30:“Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah
disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari
kesalahan-kesalahanmu).” Tidak kunjung turun hujan adalah musibah,
diakui ataupun tidak, itu karena ulah tangan kita sendiri.
3. Lupa dan enggan
taubat
Setiap manusia pasti memiliki dosa, bahkan orang alim sekalipun
memiliki dosa. Selayaknya kita sebagai seorang hamba dianjurkan untuk selalu
meminta taubat kepada Allah SWT. Jika diri sendiri enggan untuk bertaubat maka
salah satu musibahnya tidak akan turun hujan seperti dalam QS Nuh ayat 10-11.
4. Maksiat
Makin sering bermaksiat, maka Allah akan menggenggam hujan untuk
tidak turun.
Faktor-faktor tersebut adalah salah satu penyebab tak kunjung turun
hujan menurut perspektif islam. Maka dengan itu, dianjurkan untuk selalu
mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Umat islam dianjurkan melakukan
shalat istisqha ketika hujan tak kunjung turun hal itu sebagai salah satu do’a
untuk meminta turun hujan. Waallahu’alam bishowab.
______________________________________________________________________
*Mahasantri Al-Ma’had
Al-‘Aly Liddirastil Islamiyah Hidayaturrahman.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar