Kiprah Dakwah Muslimah

Bagi Muslimah, merunut sirah kehidupan para shahabiyah adalah sebuah keharusan. Dari sirah itulah seorang muslimah hendaknya becermin diri.
Menghiasi setiap prilakunya dengan jubah kemuliaan sebagaimana para shahabiyah telah mengenakannya.
Dari sirah itu pula seorang muslimah hendaknya menatap diri, melayangkan pandangan, menyusuri langkah kehidupan para shahabiyah yang sarat kesahajaan, kelembutan, ketegaran, dan berani.
Mereka adalah wanita-wanita yang telah teruji, turut berkiprah merenda sejarah Islam nan cerah. Sungguh merugi bagi yang tak meneladani mereka.

Cari Blog Ini

Senin, 18 Februari 2019

Mengetahui Sejarah Para Perawi


Oleh : Dede Siti Halimatus Sa’adah

A.    Definisi
a)      Secara Bahasa, tawarikh adalah jamak dari kata tarikh yaitu masdar arakha yang berarti tanggal. Huruf hamzah yang didalamnya dipermudah.
b)      Secara Istilah, mengetahui waktu dimana kondisi yang ditentukan tentang kelahiran, kematian, berbagai kejadian yang dialaminya dan lain-lain.

B.     Maksud pembahasan
   Maksudnya yaitu, untuk  mengetahui sejarah ataupun biografi kelahiran perawi, tata cara mendengar dari guru-gurunya, kedatangan para perawi ke beberapa negara dan meninggalnya.

C.    Urgensi dan manfaatnya
    Mengetahui sejarah mereka adalah cabang ilmu hadist yang sangat penting, begitu pula akan manfaatnya yaitu kita bisa mengetahui tentang tersambung dan terputusnya sanad hadist. Sufyan ats-Tsauri berkata: ”Tatkala perawi berbuat dusta maka kita melakukan penelusuran tentang sejarah hidupnya”.
Pernah suatu kaum telah meriwayatkan dari kaum lain, lalu ditelusuri dalam sejarah, ternyata kaum tersebut menerima riwayat setelah mereka meninggal beberapa tahun yang lalu.

D.    Contoh-contoh fakta sejarah
1)      Pendapat yang shahih mengenai usia Nabi Muhammad SAW. Sahabatnya yaitu Abu Bakar dan Umar ra. adalah 63 tahun.
(1)   Rasulullah SAW wafat pada waktu dhuha, hari Senin, tanggal 12 Rabi’ul awal tahun ke 11 H
(2)   Abu Bakar ra. wafat pada bulan Jumadil  Ula, tahun ke 13 H
(3)   Umar ra. wafat pada bulan Dzulhijjah, tahun ke 23 H
(4)   Utsman ra. terbunuh pada bulan Dzulhijjah, tahun ke 35 H, usianya 82 tahun,tetapi ada yang mengatakan 90 tahun.
(5)   Ali ra. terbunuh pada bulan Ramadhan, tahun ke 40 H, usianya 63 tahun.
2)      Dua orang sahabat yang hidup 60 tahun pada masa jahiliyyah dan 60 tahun pada masa islam, serta meninggal di Madinah pada tahun 54 H adalah:
1.      Hakim bin Hizam
2.      Hasan bin Tsabit
3)      Pemilik madzhab yang memiliki pengikut:
a)      Nu’man bin Tsabit (80-150 H)
b)      Malik bin Anas (93-179 H)
c)      Muhammad bin idris (150-204 H)
d)     Ahmad bin Hanbal (164-241 H)
4)      Penyusun kitab-kitab rujukan
a)      Muhammad bin Ismail al-Bukhori (194-256 H)
b)      Muslim bin Hajaj an-Naisaburi (204-261 H)
c)      Abu Daud as-Sijistani (202-275 H)
d)     Abu Isa at-Tirmidzi (209-279 H)
e)      Ahmad bin Syu’aib (214-303 H)
f)       IbnuMajah al-Quzwani (207-275 H)
E.     Kitab-kitab popular
Ø  Al-Wafayat, karya Ibnu Zabr Muhammad bin Ubaidillah ar-Rabi’i, ahli hadist dari kota Damaskus, wafat tahun 379 H. Beliau  menyusun dua kitab sunan,
Ø  Pemberi keterangan pada kitab terdahulu, diantaranya al-Kittani, al-Akfani dan al-‘Iraqi, dan yang lainnya.

Sa’adah_Alkayyis




Tidak ada komentar:

Manisnya Muraqabah